Minggu, 20 Desember 2009

Mengubah Password ROOT (Super User)


Anda yang udah menggunakan GNU/Linux pasti udah biasa kalau mau menginstall sesuatu atau melakukan perubahan sistem pasti deh ditanyain password root atau fake root (sudo). Tiap distro memiliki aturan yang berbeda-beda berkenaan dengan root ini. Ubuntu misalnya (hingga Intrepid I. karena Jaunty J. belom ngeksplore) pada saat awal instalasi hingga akhir ternyata gak ada form yang harus diisi oleh
user berkenaan dengan password super user a.k.a root. Sedangkan LinuxMint (hingga Felicia) yang notabene adalah turunan Ubuntu hampir sama dengan Ubuntu tapi ketika login pertama kali ke sistem, user ditanyai perihal password root (apakah mau diaktifkan atau tidak) bahkan di LinuxMint 7 - Gloria, ketika pertama login setelah instalasi tidak ditanyai perihal pembuatan password root. Dan di PCLinuxOS dan OpenSUSE seperti biasa selalu aja diminta untuk memasukkan password root saat instalasi (meski di PCLinuxOS 2009 caranya agak beda daripada versi sebelumnya). Soal distro-distro yang lain barangkali beda-beda juga. Maklum gak bisa nyoba semua distro nih!
Kalau Anda udah punya password root maka untuk mengubahnya tentu saja bukan menjadi masalah. Apalagi sekarang udah GUI jadi kalau mau ubah password root ya cuman tinggal klik klak klik klak dan OK selesai deh!!! Hal yang akan kita bahas kali ini adalah bagaimana kalau password root pun gak punya sehingga gimana mau ngubah wong yang mau diubah aja gak ada? Anda bisa memanfaatkan fake root untuk mengatasi hal ini. Silahkan mencoba kalau tertarik!
  1. Pertama buka Terminal/Konsole lalu ketikkan sudo su (untuk distro Ubuntu dan LinuxMint Gloria) atau su (untuk distro LinuxMint selain Gloria). Distro yang lain silahkan menyesuaikan :)
  2. Lalu masukkan password user Anda (untuk distro Ubuntu dan LinuxMint Gloria) dan masukkan password root lama (untuk distro LinuxMint selain Gloria). Sebelumnya muncul tanda $ itu tandanya user biasa setelah mengetik password root (fake root) maka akan berubah menjadi #
  3. Sekarang untuk semua distro sama yakni ketikkan passwd root, lalu tekan Enter.
  4. Kemudian akan muncul tulisan Enter new UNIX password: lalu masukkan password root yang baru. Ulangi sekali lagi.
  5. Kalau udah berhasil maka akan muncul tulisan passwd: password updated successfully
Silahkan dicoba untuk berbagai keperluan. Kan lebih enak ketik su sekali di Terminal/Konsole lalu bisa melakukan berbagai hal sebagai root, daripada berulang kali ngetik sudo sudo sudo sudo... capek deh!!!


Senin, 09 November 2009

Membuat & Mencari File Hiden

Ingin file atau folder kita tidak terdeteksi dengan file browser, nautilus, ls atau dir ? di ubuntu gini caranya.

gampang caranya. rename file atau folder tersebut dengan menambahkan "." (titik) di depan nama file atau folder tersebut. atau tambahkan "~" pada akhir nama file atau folder.

contoh:
nama file atau folder abc
rename menjadi .abc atau abc~

lah trus kalo mau melihat atau mencari hidden file gimana ?

ls -a


adi kalo lagi iseng di komputer linux orang lain. cobain aja ketik ls -a disetiap foldernya, kali aja nemu yang ngga seharusnya ditemukan.

atau biar gampang, lewat nautilus pencet ctrl-H


Sabtu, 07 November 2009

Minggu Pertama Bersama Ubuntu 9.10 Karmic Koala

Akhirnya sempat juga ngeblog lagi setelah dilanda kesibukan selama minggu ini. OK, posting kali ini mengenai pengalaman minggu pertama saya bersama Karmic (baca: Ubuntu 9.10). Apa saja yang baru pada Karmic dan perbedaannya dengan Jaunty?

Hal baru pertama yang paling kelihatan adalah tampilan booting baru. Kini tidak lagi tampak beragam tulisan-tulisan aneh ala DOS atau baris perintah seperti seri-seri Ubuntu sebelumnya. Kali ini layar booting tampil dengan warna latar hitam dan logo Ubuntu yang menyala di tengahnya. Perubahan yang cukup mendasar, tetapi cukup memuaskan bagi saya. ^^

Setelah melewati layar booting, sistem menampilkan layar splash sebelum masuk ke sistem login atau desktop Ubuntu. Dibandingkan pada Jaunty, layar splash pada Karmic tampak lebih futuristik dan modern.

Masuk ke dalam desktop Karmic, perubahan yang langsung terlihat adalah berbagai set ikon baru, baik pada menu, tray, maupun Nautilus. Walaupun tidak terlalu signifikan, namun menurut saya perubahan ini membuat tampilan Karmic menjadi lebih “segar”. ^^
Khusus untuk Nautilus, kini sistem memberikan ikon-ikon yang berbeda untuk berbagai jenis media penyimpanan, seperti HDD eksternal, flash disk, maupun kartu memori.

Oh ya, pada sistem notifikasi Karmic, kini tampilannya sedikit dimodifikasi. Pada Jaunty, apabila kita meletakkan kursor di atas balon notifikasi yang muncul, maka balon notifikasi akan fade-out (menjadi lebih transparan). Sedangkan pada Karmic, kini balon notifikasi akan blur (tampak kabur/samar-samar).Oh ya, pada saat saya melakukan klik kanan pada ikon flash disk yang terletak di desktop, saya mendapat beberapa opsi baru untuk “melepas flashdisk secara aman”. Seingat saya pada Jaunty, menu tersebut belum ada. Hadirnya opsi tersebut tampaknya akan membuat pengguna Windows lebih familiar. ^^Karmic juga mengemas beberapa aplikasi baru, seperti Empathy yang menggantikan Pidgin sebagai aplikasi chatting default. Ya, hal ini memang sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengguna Ubuntu. Namun hal tersebut bukan masalah, karena anda tetap bisa menginstalasikan Pidgin secara manual apabila anda tidak terbiasa dengan tampilan Empathy. ^^Selain itu, Karmic juga mengintegrasikan Ubuntu One, layanan sinkronisasi data secara online seperti Dropbox. Dengan disertakannya aplikasi klien Ubuntu One, kini semua pengguna bisa menggunakan layanan ini untuk melakukan sinkronisasi data secara online, sehingga bisa diakses dari mana saja.Pada Karmic juga tersedia aplikasi baru, Ubuntu Software Store untuk mempermudah pengguna dalam menambahkan dan mengurangi/menghapus aplikasi. Dengan aplikasi ini, kita dapat mencari aplikasi berdasarkan kategori, melihat penjelasan dan screenshot-nya (bila ada). Ya, dengan banyaknya pilihan aplikasi yang tersedia untuk Ubuntu, aplikasi ini bisa digunakan sebagai katalog.Selain itu, Karmic juga membawa sejumlah update pada modul dan aplikasi pendukungnya seperti desktop GNOME 2.28, GRUB 2 (tepatnya 1.97 beta 4), dan kernel Linux 2.6.31.
OK sampai di sini dulu ulasan singkat saya tentang berbagai perubahan baru pada Karmic. Semoga posting ini bisa membantu anda untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Ubuntu 9.10 Karmic Koala sebelum anda memutuskan untuk menginstalasikannya. ^^




Selasa, 27 Oktober 2009

VirtualBox On Ubuntu

VirtualBox adalah aplikasi virtualisasi seperti VMware, qemu, bosch, dan banyak lagi. Sama seperti aplikasi virtualisasi yang lain, kita bisa menjalankan banyak sistem operasi secara di virtual di komputer kita. Misalnya kita mempunyai Microsoft Windows di komputer kita dan ingin mencoba menginstal Linux secara virtual dengan niat hanya ingin mencoba tanpa ingin merubah partisi-partisi harddisk, maka cukup menginstal aplikasi ini dan tidak perlu takut terjadi kerusakan di komputer kita misalnya kita melakukan kesalahan pada saat menginstal Linux tadi.
VirtualBox adalah aplikasi Virtualisasi open source yang paling banyak didownload dibanding aplikasi sejenis. Saat ini, Innotek, pengembang aplikasi VirtualBox ini telah diakuisisi oleh Sun Microsystem dan tergabung ke projek Virtualisasi mereka yang bernama openxVM

ini ada cara menginstal virtualbox di ubuntu :
  • pertama kita harus mendownload virtualbox nya yg berekstensi deb, atau yg berekstensi tarball lainnya, di sini saya mendownload file virtual yg berekstensi *.Deb.







  • kemudian keluar dialog download trs pilih file yg berekstensi Deb, dan sesuaikan dengan Versi Os yg kita pakai.








  • Setelah proses download selesai , kemudian bukalah file yg uda di download td di desktop
  • Klik kanan di file td trs pilih GDebi Package Installer,pilih install package.











  • masukan password Root







  • tunggu proses download installnya.






  • setelah selesai install tunggu keluar konfigur virtualbox , klik forward









  • instal selesai klik OK

sekarang kita membutuh kan untuk menanbahkan user dekstopnya ( sebagai contoh silverstor) untuk vbox user group dan kita membuka terminal (Applications > Accessories > Terminal)

gambar buka terminal

kemudian ketik "sudo usermod -G vboxusers -a silverstor" di terminal tanpa tanda petik

selesai deh

nah. itu instalasinya uda kelar tinggal membuka nya lg dengan cara pergi ke Application —>System Tools—>Sun xVM VirtualBox.jika ente tidak menemukannya ente harus logout and login kembali






Minggu, 25 Oktober 2009

Install – unistall paket debian dan tar.gz pada ubuntu

Tulisan ini membahas bagaimana cara kita mengInstall atau mengUninstall program aplikasi yang menggunakan ekstensi Debian ataupun tar.gz, cara instalasi yang mudah dan cepat juga diterapakan di dalam distro linux dengan menggunakan terminal.

Sebelum kita mulai untuk membahas instalasi tentunya kita harus dapat membedakan dan memahami file eksekusi dan file arsip

File Eksekusi, merupakan file yang dapat mempekerjakan suatu basis data yang mengalir pada suatu prosesor dan file ini biasanya orang sering bilang adalah file yang dapat memunculkan program ataupun aplikasi tertentu seperti open office, gimp, xmms, dan juga totem bahkan aplikasi tambahan yang lainnya. File eksekusi biasanya ditandai dengan dot (.) sebelum jenis program (letak dimana pemilik program) contohnya : .exe (windows), .rpm (linux redhat), .deb (linux debian/ubuntu) dan banyak lagi.

File Arsip, file arsip atau yang lebih dikenal dengan .rar merupakan file arsip yang mengkompres data arsip, dengan kata lain walaupun file tersebut merupakan kompres file esksekusi (.deb, .exe, .rpm) tidak dapat dijalankan secara langsung.

Pada bab ini saya akan membahas salah satu turunan aja yaitu debian, tapi tidak jauh berbeda dengan peirintah seperti pada distro yang lainnya. Berikut cara instalasi nya

Intalasi Paket debian dan tar.gz

File eksekusi :

$ sudo dpkg -i (paket yang kita install) ——-> perintah install

masukkan password anda

setelah itu proses >>>>>>>>>>>>>>>>>>

File Arsip :

$ sudo tar zxvf (file arsip .tar.gz) ——————-> Perintah ekstrak file

$ sudo dpkg -i *.deb ——————-> Perintah install all .deb



Cara Uninstall :

$ sudo dpkg -r (paket debian)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> proses unistall

disini file konfigurasi tidak ikut terhapus, menjaga bila suatu saat aplikasi diinstal kembali, user tidak lagi direpotkan dengan urusan konfigurasi.
Untuk penghapusan total, gunakan options sbb:

sudo dpkg -P nama file .deb-nya
atau
sudo dpkg --purge nama file .deb-nya



Demikian yang bisa saya utarakan semiga berhasil……………..

;)