Sabtu, 07 November 2009

Minggu Pertama Bersama Ubuntu 9.10 Karmic Koala

Akhirnya sempat juga ngeblog lagi setelah dilanda kesibukan selama minggu ini. OK, posting kali ini mengenai pengalaman minggu pertama saya bersama Karmic (baca: Ubuntu 9.10). Apa saja yang baru pada Karmic dan perbedaannya dengan Jaunty?

Hal baru pertama yang paling kelihatan adalah tampilan booting baru. Kini tidak lagi tampak beragam tulisan-tulisan aneh ala DOS atau baris perintah seperti seri-seri Ubuntu sebelumnya. Kali ini layar booting tampil dengan warna latar hitam dan logo Ubuntu yang menyala di tengahnya. Perubahan yang cukup mendasar, tetapi cukup memuaskan bagi saya. ^^

Setelah melewati layar booting, sistem menampilkan layar splash sebelum masuk ke sistem login atau desktop Ubuntu. Dibandingkan pada Jaunty, layar splash pada Karmic tampak lebih futuristik dan modern.

Masuk ke dalam desktop Karmic, perubahan yang langsung terlihat adalah berbagai set ikon baru, baik pada menu, tray, maupun Nautilus. Walaupun tidak terlalu signifikan, namun menurut saya perubahan ini membuat tampilan Karmic menjadi lebih “segar”. ^^
Khusus untuk Nautilus, kini sistem memberikan ikon-ikon yang berbeda untuk berbagai jenis media penyimpanan, seperti HDD eksternal, flash disk, maupun kartu memori.

Oh ya, pada sistem notifikasi Karmic, kini tampilannya sedikit dimodifikasi. Pada Jaunty, apabila kita meletakkan kursor di atas balon notifikasi yang muncul, maka balon notifikasi akan fade-out (menjadi lebih transparan). Sedangkan pada Karmic, kini balon notifikasi akan blur (tampak kabur/samar-samar).Oh ya, pada saat saya melakukan klik kanan pada ikon flash disk yang terletak di desktop, saya mendapat beberapa opsi baru untuk “melepas flashdisk secara aman”. Seingat saya pada Jaunty, menu tersebut belum ada. Hadirnya opsi tersebut tampaknya akan membuat pengguna Windows lebih familiar. ^^Karmic juga mengemas beberapa aplikasi baru, seperti Empathy yang menggantikan Pidgin sebagai aplikasi chatting default. Ya, hal ini memang sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengguna Ubuntu. Namun hal tersebut bukan masalah, karena anda tetap bisa menginstalasikan Pidgin secara manual apabila anda tidak terbiasa dengan tampilan Empathy. ^^Selain itu, Karmic juga mengintegrasikan Ubuntu One, layanan sinkronisasi data secara online seperti Dropbox. Dengan disertakannya aplikasi klien Ubuntu One, kini semua pengguna bisa menggunakan layanan ini untuk melakukan sinkronisasi data secara online, sehingga bisa diakses dari mana saja.Pada Karmic juga tersedia aplikasi baru, Ubuntu Software Store untuk mempermudah pengguna dalam menambahkan dan mengurangi/menghapus aplikasi. Dengan aplikasi ini, kita dapat mencari aplikasi berdasarkan kategori, melihat penjelasan dan screenshot-nya (bila ada). Ya, dengan banyaknya pilihan aplikasi yang tersedia untuk Ubuntu, aplikasi ini bisa digunakan sebagai katalog.Selain itu, Karmic juga membawa sejumlah update pada modul dan aplikasi pendukungnya seperti desktop GNOME 2.28, GRUB 2 (tepatnya 1.97 beta 4), dan kernel Linux 2.6.31.
OK sampai di sini dulu ulasan singkat saya tentang berbagai perubahan baru pada Karmic. Semoga posting ini bisa membantu anda untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Ubuntu 9.10 Karmic Koala sebelum anda memutuskan untuk menginstalasikannya. ^^




Selasa, 27 Oktober 2009

VirtualBox On Ubuntu

VirtualBox adalah aplikasi virtualisasi seperti VMware, qemu, bosch, dan banyak lagi. Sama seperti aplikasi virtualisasi yang lain, kita bisa menjalankan banyak sistem operasi secara di virtual di komputer kita. Misalnya kita mempunyai Microsoft Windows di komputer kita dan ingin mencoba menginstal Linux secara virtual dengan niat hanya ingin mencoba tanpa ingin merubah partisi-partisi harddisk, maka cukup menginstal aplikasi ini dan tidak perlu takut terjadi kerusakan di komputer kita misalnya kita melakukan kesalahan pada saat menginstal Linux tadi.
VirtualBox adalah aplikasi Virtualisasi open source yang paling banyak didownload dibanding aplikasi sejenis. Saat ini, Innotek, pengembang aplikasi VirtualBox ini telah diakuisisi oleh Sun Microsystem dan tergabung ke projek Virtualisasi mereka yang bernama openxVM

ini ada cara menginstal virtualbox di ubuntu :
  • pertama kita harus mendownload virtualbox nya yg berekstensi deb, atau yg berekstensi tarball lainnya, di sini saya mendownload file virtual yg berekstensi *.Deb.







  • kemudian keluar dialog download trs pilih file yg berekstensi Deb, dan sesuaikan dengan Versi Os yg kita pakai.








  • Setelah proses download selesai , kemudian bukalah file yg uda di download td di desktop
  • Klik kanan di file td trs pilih GDebi Package Installer,pilih install package.











  • masukan password Root







  • tunggu proses download installnya.






  • setelah selesai install tunggu keluar konfigur virtualbox , klik forward









  • instal selesai klik OK

sekarang kita membutuh kan untuk menanbahkan user dekstopnya ( sebagai contoh silverstor) untuk vbox user group dan kita membuka terminal (Applications > Accessories > Terminal)

gambar buka terminal

kemudian ketik "sudo usermod -G vboxusers -a silverstor" di terminal tanpa tanda petik

selesai deh

nah. itu instalasinya uda kelar tinggal membuka nya lg dengan cara pergi ke Application —>System Tools—>Sun xVM VirtualBox.jika ente tidak menemukannya ente harus logout and login kembali






Minggu, 25 Oktober 2009

Install – unistall paket debian dan tar.gz pada ubuntu

Tulisan ini membahas bagaimana cara kita mengInstall atau mengUninstall program aplikasi yang menggunakan ekstensi Debian ataupun tar.gz, cara instalasi yang mudah dan cepat juga diterapakan di dalam distro linux dengan menggunakan terminal.

Sebelum kita mulai untuk membahas instalasi tentunya kita harus dapat membedakan dan memahami file eksekusi dan file arsip

File Eksekusi, merupakan file yang dapat mempekerjakan suatu basis data yang mengalir pada suatu prosesor dan file ini biasanya orang sering bilang adalah file yang dapat memunculkan program ataupun aplikasi tertentu seperti open office, gimp, xmms, dan juga totem bahkan aplikasi tambahan yang lainnya. File eksekusi biasanya ditandai dengan dot (.) sebelum jenis program (letak dimana pemilik program) contohnya : .exe (windows), .rpm (linux redhat), .deb (linux debian/ubuntu) dan banyak lagi.

File Arsip, file arsip atau yang lebih dikenal dengan .rar merupakan file arsip yang mengkompres data arsip, dengan kata lain walaupun file tersebut merupakan kompres file esksekusi (.deb, .exe, .rpm) tidak dapat dijalankan secara langsung.

Pada bab ini saya akan membahas salah satu turunan aja yaitu debian, tapi tidak jauh berbeda dengan peirintah seperti pada distro yang lainnya. Berikut cara instalasi nya

Intalasi Paket debian dan tar.gz

File eksekusi :

$ sudo dpkg -i (paket yang kita install) ——-> perintah install

masukkan password anda

setelah itu proses >>>>>>>>>>>>>>>>>>

File Arsip :

$ sudo tar zxvf (file arsip .tar.gz) ——————-> Perintah ekstrak file

$ sudo dpkg -i *.deb ——————-> Perintah install all .deb



Cara Uninstall :

$ sudo dpkg -r (paket debian)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> proses unistall

disini file konfigurasi tidak ikut terhapus, menjaga bila suatu saat aplikasi diinstal kembali, user tidak lagi direpotkan dengan urusan konfigurasi.
Untuk penghapusan total, gunakan options sbb:

sudo dpkg -P nama file .deb-nya
atau
sudo dpkg --purge nama file .deb-nya



Demikian yang bisa saya utarakan semiga berhasil……………..

;)


Ubuntu 9.10 Karmic Koala Hadang Windows 7

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran sistem operasi Windows 7 yang diikuti ketersediaan PC dan laptop dari berbagai vendor komputer langsung dihadang sejumlah pesaing-pesaingnya. Jika menjelang peluncuran Apple dan IBM merilis penawaran baru, kini giliran Ubuntu yang siap meluncur ke pasaran.

Canonical selaku pengembang software Ubuntu, menyatakan bahwa Ubuntu 9.10 yang sebelumnya dikenal dengan kode Karmic Koala telah mencapai versi RC (Release Candidate). Artinya, software berbasis open source yang bebas dipakai siapa saja secara cuma-cuma itu selangkah lagi sampai versi final.

Berdasarkan informasi yang dirilis dalam web resminya, Ubuntu 9.10 versi final akan tersedia mulai 29 Oktober 2009. Sementara versi beta sampai saat ini bisa diunduh baik untuk server, desktop, maupun laptop.

Ubuntu 9.10 merupakan upgrade dari versi sebelumnya Ubuntu 9.04 yang dikenal dengan nama Jaunty Jackalope. Dibangun di atas kernel Linux 2.6.31.1, Ubuntu 9.10 diklaim memeiliki waktu booting lebih cepat, tampilan lebih menarik, dan tool pemrograman yang lebih mudah diadaptasi.

Versi Ubuntu yang disebut Karmic Koala selama pengembangan ini juga dilengkapi Ubuntu Software Center yang dapat menambah dan mengurangi program seperti fitur yang ada dalam Windows. Canonical juga menyertakan Ubuntu One, layanan sharing data dan penyimpanan online gratis 2 GB dan dapat ditambah 50 GB dengan biaya 10 dollar AS per bulan.



Jumat, 21 Agustus 2009

Selamat Tinggal Amarok, Selamat Datang Exaile

Sejak kepindahan saya dari Hardy Herron ke Jaunty Jackalope beberapa minggu yang lalu, ada yang sangat kurang ketika saya mendapati music player favorit saya Amarok menunjukan sikap yang tidak bersahabat. Ya Amarok saya error, sempat saya lempar ke milis ubuntu tapi jawaban yang saya dapati tidak juga menuntaskan permasalahan tersebut. Memang berat rasanya meninggalkan Amarok untuk berpindah ke Music Player lainnya, karena Amarok lah yang menemani hari-hari saya sejak mendalami ilmu di Linux Ubuntu. :D

Pencarian music player untuk menggantikan peran Amarok saya lakukan, mulai dari Audacious, Rhytmbox, Totem, Aqualung tetapi saya kurang sreg dengan player-player tersebut. Sampai akhirnya ketika saya melihat teman saya yang kebetulan juga memakai Linux Ubuntu dan sedang memutar file music dengan Player yang berbeda, rasa penasaran saya timbul. Ternyata teman saya tersebut menginstall Exaile. Buru-buru deh saya langsung menginstall Player tersebut, dengan jurus sudo apt-get install exaile terinstall juga tuh player di Ubuntu kesayanganku.

Mulai saya jajaki tuh player tersebut, wuuiihhh…. ternyata tampilannya Simpel dan mudah di operasikan disamping itu Exaile memang GNOME Base (Desktop yang saya cintai). Inilah kelebihan Music Player Exaile yang membuat saya meninggalkan Amarok (meskipun di Amarok sebagian juga bisa).

1. Memang di peruntukan untuk GNOME.
2. Tampilan yang simpel.
3. Terdapatnya fitur .log yang mampu merekam aktifitas kita selama pemakaian dengan Exaile.
4. Terdapat Web Browser di dalamnya (ini yang paling saya suka).
5. Fitur-fitur sederhana Equalizer, visualization dll.
6. Terdapatnya OSD atau notification di setiap aktifitas menggunakan exaile.
7. Bisa memburning music yang kita inginkan.
8. Terdapatnya menu rating.
9. Menu BlackList yang jarang sekali di temui di music player lainnya.

Mungkin segitu dulu perkenalan saya dengan Exaile, kalau ada yang mau menambahkan ditunggu Koment-koment nya.

Salam Linuxer,